Text Select - Hello Kitty
Hope is a dream that doesn't sleep

Jumat, 15 Mei 2015

TUGAS FILSAFAT UMUM PENEMU JUMLAH HARI DALAM 1 TAHUN



Nama               : Mia Audina
NIM                : 14510036
Kelas               : KPI B
Mata Kuliah    : Filsafat Umum

PENEMU JUMLAH HARI DALAM SATU TAHUN
Al-Battani adalah nama seorang ilmuwan yang berjasa menemukan hitungan jumlah hari dalam setahun. Dia bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Jabir bin Sanan Al-Harrani Ar-Raqqi Ash-Sha'ibi. Dia dipanggil dengan nama Al-Battani sesuai dengan nama tempat kelahirannya, yaitu Battan. Sebagaimana dia juga dipanggil dengan nama Ar-Raqqi diambil dari kata ar-raqqah, yaitu tempat di dekat sungat Furat, di mana dia menghabiskan sebagian masa hidupnya. Mengingat keunggulannya dalam bidang astronomi, dia juga mendapat panggilan "Ptolemaeus Arab" karena kemiripannya dengan ilmuwan astronomi, matematika, dan geografi, Claudius Ptolemaeus atau Ptolemi yang hidup pada abad kedua Masehi
Al-Battani adalah salah seorang cucu ilmuwan Arab terkemuka. Tsabit bin Qurah. Ia lahir pada tahun 858 M di dekat kota Battan, Harran dekat Urfa , di Syria Atas Mesopotamia , yang sekarang di kenal dengan Turki. Ayahnya adalah seorang pembuat instrumen ilmiah terkenal. Ia dikenal sebagai ahli astronomi dan matematika terbesar di dunia pada abad pertengahan. Al-Battani belajar astronomi dan matematika dari ayahnya, Jabir Ibnu Sin'an. Ia tinggal dan bekerja di ar-Raqqah , sebuah kota di utara pusat Suriah . Ibnu An-Nadim menyebutkan dalam bukunya "Al-Fihrisat" bahwa Al-Battani memulai perjalannya mengamati masalah-masalah astronomi sejak tahun 264 H (878). Dengan demikian, berarti dia pernah tinggal dalam waktu yang lama di kota Ar-Raqqah dan melakukan penelitian astronomi yang berhasil ditemukannya pada tahun 306 H (918 M), sesuai yang disebutkan oleh Ibnu An-Nadim.
Selain itu, dia juga pernah tinggal lama di kota Anthakiyyah di utara Syria, tempat dia membuat teropong bintang yang disebut dengan "Teropong Al-Battani." Secara umum, masa hidup Al-Battani adalah masa kejayaan ilmu astronomi Arab dan masa ditemukannya berbagai penemuan ilmiah di Arab dalam bidang ini. Al-Battani memperdalam ilmu di kota Raqqah, di tepi sungai Efrat selama sekitar 40 tahun. Dia memilih tempat itu karena beberapa keluarga dari Harran telah pindah ke sana. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk membuat pengamatan astronomi dan dalam menyusun data yang mendasari karya besar, yang dikenal sebagai Kitab al-Zij (Kitab Astronomi).
Pada akhir abad sembilan, Al-Battani pindah ke Samarra untuk bekerja hingga meninggal dunia tahun 929 M. Al-Battani aktif sebagai seorang astronom sampai sekitar tahun 918. Pada tahun 929 ia menemani sekelompok warga kota dari al-Rakka, yang mungkin termasuk beberapa keturunannya sendiri, ke Baghdad dan meninggal dalam perjalanan pulang di Qasr al-JISS, dekat kota Irak. Penuaan merupakan faktor penyebabnya meninggal Al-Battani. Al-Battani berhasil menghitung jumlah hari dalam setahun berdasarkan penghitungan waktu yang digunakan bumi untuk mengelilingi matahari, yakni 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Jadi, penentuan jumlah hari dalam setahun bukanlah asal-asalan saja, melainkan berdasarkan perhitungan yang cermat dan matang.
Kita tidak bisa sembarangan menentukannya, karena sistem kalenderium itu juga berguna untuk meramal atau menentukan musim. Perubahan musim ditentukan oleh posisi matahari terhadap bumi. Pada bulan mei misalnya, matahari berada di utara khatulistiwa. Angin bergerak dari selatan (yang dingin) menuju utara (yang lebih panas) melewati gurun Australia yang kering. Akibatnya, setiap bulan Mei, di Indonesia terjadi musim kemarau. Kalau perhitungannya tidak tepat, peramalan musim juga keliru. Misalnya, pada bulan mei, tidak selalu juga terjadi kemarau. Hasil perhitungan Al-Battani di atas mendekati perhitungan menggunakan peralatan canggih yang digunakan para ilmuwan di abad ini.
Sebagai ilmuwan astronomi, Al-Battani banyak menulis buku tentang astronomi dan trigonometri, termasuk sistem perhitungan almanak dan kalenderium seperti yang diulas di atas. Almanak yang diciptakan oleh Al-Battani diakui merupakan sistem perhitungan astronomi yang paling akurat, yang sampai kepada kita sejak abad pertengahan. Pada abad pertengahan, orang-orang Eropa menggunakan sistem ini sampai abad pencerahan. Dalam pembukuan Almanak, Al-Battani berkata "Ilmu astronomi merupakan bagian dari ilmu dasar yang sangat bermanfaat. Melalui ilmu astronomi, manusia mengetahui hal-hal penting.
Dilihat dari manfaat dan kegunaannya dalam kehidupan manusia, astronomi menjadi ilmu yang sangat penting untuk diketahui". Pada tahun 1899, di kota Roma dicetak sebuah buku berjudul Az-Zaujush Shabi li Batani (Almanak versi Al-Battani) yang disunting oleh Carlo Nallino dari manuskrip yang disimpan di perpustakaan Oskorial, Spanyol. Karya lain Al-Battani yang terkenal adalah Syarh al-Makalat al-Arba'I li Batlamius. Karya ini berisi uraian dan komentar tajam terhadap pemikiran Ptolemy yang tertuang dalam "Tetrabilon" nya. Al-Battani mengubah teori Ptolemy, serta meralat perhitungan orbit bulan dan beberapa planet.
Dia membuktikan bahwa orbit benda langit berbentuk elips, dan membuktikan perubahan posisi matahari menjadi penyebab perubahan musim. Ilmuwan Eropa, Duntho (1749 M), memanfaatkan penemuan Al-Battani tentang orbit elips dari benda langit untuk memetakan pergerakan bulan. Sementara penemuan Al-Battani dibidang trigonometri, termasuk konsep sinus, kosinus, tangen, dan kotangen, masih digunakan hingga saat ini.
Penemuan Ilmiah Al-Battani
Al-Battani telah menciptakan berbagai penemuan ilmiah dalam ilmu astronomi, disamping juga penemuannya dalam bidang matematika (trigonometri berbentuk bola, aljabar, geometri), dan geografi.
Penemuannya di Bidang Ilmu Astronomi
1.      Di antara penemuan Al-Battani yang terpenting dalam bidang astronomi adalah hasil penelitian yang benar dalam meneropong bintang dan benda-benda langit. Hasil penelitian ini dianggap yang paling akurat yang dilakukan oleh ilmuwan Arab, dan termasuk basil penelitian yang terpercaya hingga pada abad ketujuh belas.
2.      Al-Battani berhasil memperbaiki nilai keseimbangan pada musim panas dan musim dingin.
3.      Dia berhasil menghitung nilai kecondongan bintang-bintang di siang hari dan mendapatkannya berada pada posisi 23 dan 35 derajat. Hasil penelitian modern menjelaskan kepada kita bahwa basil penelitian Al-Battani tidak salah kecuali dalam hitungan satu menit saja. Kemudian dia menghitung lamanya tahun Masehi dengan sangat teliti dan dengan tingkat kesalahan yang sangat tipis, yaitu dua menit lebih dua puluh dua detik saja.
4.      Dia mengamati secara teliti terjadinya gerhana matahari dan bulan, yang hasil pengamatannya dijadikan rujukan oleh orang-orang Barat selama berabad-abad dalam menghitung kecepatan bulan ketika sedang bergerak.
5.      Dia membuktikan kemungkinan terjadinya gerhana matahari ketika terbit, dan dalam hal ini pendapatnya bertentangan dengan pendapat Ptolemaeus.
6.      Dia banyak menemukan tempat-tempat bintang dan mengoreksi pendapat sebagian ilmuwan tentang pergerakan bulan dan planet-planet.
7.      Dia menyimpulkan teori "quwwatul asanid" yang menjelaskan dan menafsirkan perkembangan bulan ketika terbit.
8.      Al-Battani menjelaskan pergerakan titik ekor bumi.
Penemuannya di Bidang Matematika Trigonometri
1.      Al-Battani melakukan perbaikan-perbaikan mendasar dan memberikan solusi penting dalam masalah yang berhubungan dengan matematika trigonometri berbentuk bola (spherical trigonometry), yaitu ilmu matematika yang telah banyak nemberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu astronomi.
2.      Al-Battani juga orang yang pertama kali mengganti kata "ganjil" yang dipergunakan oleh Ptolemaeus dalam sinus trigonometri.
3.      Al-Battani banyak melakukan perbaikan dalam ilmu aljabar untuk menghitung nilai sudut dengan prosentase antara itu dengan sinus sempurnanya.
4.      Al-Battani adalah orang pertama kali yang menghitung tabel matematika untuk mengetahui titik pada garis yang bengkok.
5.      Dia juga termasuk ilmuwan Arab yang pertama kali menggunakan rumus-rumus untuk mempermudah menghitung dalam ilmu matematika.
Karya Al-Battani
1.      "Az-Zaij Ash-Shabi’” merupakan buku karangan Al-Battani yang paling terkenal.
2.      “Risalah fi Tahqiqi Aqdari Al-Ittishalat"
3.      “Kitab Ma'rifati Mathali'Al-Buruj fi ma Baina Arba' Al-Falak"
4.      “Kitab Ta'dil Al-Kawakib"
5.      “Syarah Arba' Maqalat li Bathlimus"
6.      “Kutub wa Rasa'il fi Ilmi Al-Jughrafiya"
Analisis dan Perbandingan terhadap teori Barat
Penetapan jumlah hari dalam 1 tahun yakni 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik yang dilakukan Al-Battani melalui perhitungan bumi mengelilingi matahari atau rotasi bumi pada abad ke 9 M sampai abad ke 10 M. Teori rotasi bumi di temukan oleh Nicolaus Copernicus  seorang yang berkebangsaan polandia pada abad ke 15 M dan di dukung oleh Galileo Galilei  pada abad ke 16 M yang dianggap bertentangan dengan ajaran kristen pada masa itu.
Dapat disimpulkan bahwa Al-Battani menemukan jumlah hari dalam 1 tahun melalui perhitungan rotasi bumi pada abad ke 9 M sampai abad ke 10 M sedangkan teori rotasi bumi yang di temukan oleh Nicolaus Copernicus  dan di dukung serta dikembangkan oleh Galileo Galilei baru antara pada abad ke 15 M sampai 16 M.
Jadi menurut pendapat saya  jauh sebelum Nicolaus Copernicus dan Galileo Galilei menemukan dan mengembangkan teori rotasi bumi Al-Battani sudah memikirkan bahkan memahami tentang teori rotasi bumi tersebut hal ini dapat di buktikan dengan penggunaan teori rotasi bumi yang dipakainya pada perhitungan jumlah hari dalam 1 tahun. secara logika berarti yang pertama menemukan dan mengenal teori rotasi bumi atau bumi mengelilingi matahari adalah Al-Battani bukan Nicolaus copernicus ataupun Galileo Galilei jika dilihat dari tahunnya.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar